Monday, March 1, 2010

SUPERFRIEND

I need your arms around me, I need to feel your touch … I need your understanding, I need your love, So much, … You tell me that you love me so, You tell me that you care, … But, when I need you…, Baby, You're never there

On the phone, Long long distance, Always through such, Strong resistance, … When first you say, You're too busy, I wonder if you, Even miss me

- Never There; Cake


Lagu itu dikirimkan oleh partner saya via e-mail beberapa minggu lalu setelah dia kembali dari liburan akhir pekan di Jakarta. –lengkap dengan lirik lagunya. Men-sukseskan saya untuk cukup melongo. Ternganga lebar sebesar bibir saya yang tebal.

Saya tidak pernah merasa sadar saya melakukan kesalahan yang dituduhkan sampai saya diingatkan kembali oleh dia mengenai teori dasyatnya tentang manajemen-prioritas-saya yang gagal total saya terapkan di dunia nyata nan fana ini. Bagaimana hebatnya dia melakukan aksi protes diam [walau sebenarnya opsi aksi jahit bibir jauh terkesan lebih dramatis] akan perilaku ajaib saya dimana saat dia berkunjung di akhir pekan itu, saya malah lebih memilih jalan bersama sahabat saya yang lainnya.

Dialah yang pertama kali mengatakan [--mengingatkan] bahwa perilaku saya yang berlebihan memuja kawan-kawan saya saat ini sudah dalam kasta diluar kewajaran. [kami perang dingin, kemudian – sempat terpikir untuk saling berbacokkan bahkan]

Superfriend [Wannabe]

Mungkin saya [sangat] terobsesi dan tergila gila akan mimpi bisa menjadi seorang kawan yang luar biasa bagi sahabat sahabat saya tercinta. Saya dipecundangi oleh kata “tidak” karena hampir tak mampu menolak permohonan seorang kawan dimana selama masih bisa saya upayakan, saya di-rodi kuat untuk memperjuangkan.

Saya trauma. Saya sudah [masih] tahu rasa sesalnya kehilangan salah seorang sahabat terbaik saya dimana dengan hebatnya saya telah membuatnya kecewa di akhir perjalanannya di dunia, saya malah jarang menemaninya. Dan saya terluka setiap membaca tulisan terakhirnya perihal kesepian mengenai teman-temannya yang sedang [sok] sibuk autis dalam masing dunianya. [saat itu saya memang sedang gemar berkeliaran bersama partner saya setiap harinya]. Dan Selesai. Lalu semua cerita itu tamat. Diakhiri dengan sahabat saya kemudian meninggalkan Bumi. Say goodbye kepada dunia dan saya dalam kondisi [saya] cacat sesal moral.

Saya merasa dihantam berton-ton beban dosa atas kehilangan ini. Saya ingin [sekali] memperbaiki diri menjadi sahabat yang baik untuk masing masing hati.

Pernah suatu saat ketika saya akan beribadah, seorang kawan mempertanyakan pada saya mengapa saya tidak mengajak sahabat saya [yang lainnya] untuk melakukan ritual yang serupa karena saat itu kami memang sedang pergi bersama. Saya bilang bahwa beribadah adalah prerogative manusia dan saya sangat menghormati integritas macam apa yang dilakukan sahabat saya pada kepercayaannya sendiri. Saya tidak dalam kondisi figur yang berhak mengingatkan, karena saya tak pernah mengandung dan memberi sahabat saya asupan makanan sejak dia dilahirkan. [kilah saya].

Lalu kawan saya bilang, bahwa itulah yang membuat hal mengenai menjadi “sahabat yang baik” dan “sahabat yang benar” adalah sesuatu yang berbeda arti baik makna leksikal maupun sekadar gramatikal. Sungguh tega saya membuat sahabat saya terlantar di jalan yang lebih terjal. Saya dihina tidak becus dalam mengingatkan kawan akan suatu kesalahan.

Superfriend [It’s Not Easy]

Sempat saya berbangga hati mengakui diri sebagai sahabat super yang sanggup melakukan apapun untuk orang orang yang saya cintai. Gemar mengakui kawan dekat sebagai sahabat, walau nyatanya, saya cuma mimpi. Keinginan saya untuk menjadi pahlawan itu tak lebih dari sekadar cari muka dan sok baik semata. Bahwa jauh dari lubuk hati ini, mengingatkan keburukan saja saya belum berani. Saya takut setengah mati dijauhi.

Dan saya berdiri sekarang hanya dengan menutupi aib setengah hati mengakui makna persahabatan saya yang hanya secuil ikan teri di pinggiran pantai pantai bumi. Malu malu tertahan menyangkal bahwa makna yang saya berikan terhadap arti sahabat sangatlah dangkal. Saya bukanlah hidup sebagai sahabat yang benar, tapi ironinya hanya sampai pada sekadar seorang kawan yang selalu penuh pembenaran.

Perang dingin saya dan partner saya lalu hari ditutup dengan kata-katanya yang membuat saya terbata-bata menelannya. “Cintailah saya seperti kamu mencintai sahabat sahabat kamu sebagaimana adanya. Karena saya ini hanya cemburu dan membuta dibuatnya”. [isak] Saya masih waras untuk malu dan berharu biru menanggapi kata-kata itu. Coba bantu saya menjawab bagaimana saya mencintainya dengan pincang dan tercela seperti yang sudah saya lakukan pada sahabat saya.

Anda diperbolehkan kasihan pada mental hidup saya yang menyedihkan. Mengiba dan berjuang mempertahankan cinta orang orang terdekat saya mati-matian. Lebih memilih menjadi “sahabat yang baik” tanpa keberanian jujur dalam perisai ketakutan kehilangan. Setidaknya mari ijinkan saya belajar untuk menjadi sahabat yang lebih benar meskipun resiko kehilangan akan membuat jantung saya terus kencang bergetar.

Dan ketahuilah, berpikiran naif memperjuangakan diri menjadi sahabat super dalam kilah seperti diri saya sungguhlah tak mudah.

…It’s not easy to be me

- Superman, It’s Not Easy; Five For Fighting

[Qt.]

23 comments:

  1. When you try your best, but you don't succeed
    When you get what you want, but not what you need
    When you feel so tired, but you can't sleep
    Stuck in reverse

    When the tears come streaming down your face
    When you lose something you can't replace
    When you love someone, but it goes to waste
    Could it be worse?

    Lights will guide you home
    And ignite your bones
    And I will try to fix you

    (coldplay-fix you)

    #
    weleh-weleh.
    Gendut sumendut,
    trisnanku,
    cah bagus ingkang dadi papujanku.

    KAmu selalu membuat saya bersukur bahwa Gusti Pangeran masih memberikan saya rejeki mendekatkan saya dengan orang yang baik hati, meskipun tingkah lakunya kadang ndak ada yang bener. suerrrr. Tapi saya tetep gak merubah pendapat saya tentang usaha kamu yang berlebihan. terlalu keras pada diri sendiri. gak apik bocah ayu. sukup dengan porsi wajar aja ya. (ngajak carokan maneh). wkwkwkwk.
    Aku iki yo ngerti, bahkan belajar banyak untuk menjadi partner yang lebih toleran. Meskipun cuma dapet jatah akhir pekan di jumat malam sampai sabtu siang saja, lalu sisa harinya saya dibuang (mesisan curhat). Saya tahu saya juga ndak boleh egois, maafkan saya karena baru sadar bagaimana perjuangan kamu mengimbangi kehidupan saya juga ndak mudah.

    Terakhir,
    jangan terlalu nyalahin diri sendiri buat meninggalnya Bejo. saya yakin temen-temenmu yang lain juga pasti sangat kehilangan. iya tho? kamu masih banyak orang-orang yang mengantri buat disedekahi kebrutalanmu bagi-bagi hati. (kakehan gaul karo awakmu, bahasaku maleh dadi ra karuan, Njul!). Intine si ra sabar sesuk minggu bali. Kangen jeesss.

    (a.s.a.)

    ReplyDelete
  2. Gembul... Sumembul...
    kitik kitik kitik kitik...

    ----dum durum dum dum... cepet pulang..
    kita nonton pilem horor barengan...!!!
    jiyaaa....

    --bilang "peluk!" sambil malu malu...
    berasa kita mengumbar hal hal nista di muka umum.. (cuek)

    b.h.b.k.b.s...
    a.s.a.

    ReplyDelete
  3. langsung download mp3 nya cake, mo nyoba tricknya partnermu kittt.... *mrenges lebar*

    ReplyDelete
  4. waduh, lil..
    habis itu aku diintimidasi ama jemblink...
    --kabuuurr..

    kau harus jamin keselamatanku setelahnya..

    ReplyDelete
  5. Gendut sumendut, kemarin anteng sekali. Ndengaren. lak ngene carane, loro sing suwe yo ra popo le. (bercanda). Cepet sembuh ya, Njul!

    (a.s.a.)

    ReplyDelete
  6. Ada hal – hal yang tidak ingin kita lepaskan…
    Orang – orang yang tidak ingin kita tinggalkan…
    Tapi ingatlah… melepaskan BUKAN akhir dari dunia, melainkan awal suatu kehidupan baru.
    Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari, dan mereka yang telah mencoba.
    Karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka...

    kit...penyesalan itu akan selalu ada ketika diakhir, tp bagaimana kita memperbaiki setelah penyesalan itu ada :) nice post bro ...*ganbate

    ReplyDelete
  7. @Gembul Sumembul
    tumben pas kemaren dateng gak maksa buat ke pameran komputer...
    --sering sering ngalah ya..
    kitik kitik kitik... (pake linggis)

    @SayPhya
    nuhun ya neng...
    kau selalu bisa jadi sahabat dengan bahu terlapang untuk bersandar sejenak...
    --somebody to lean on...

    ReplyDelete
  8. gendut sumendut dan gembul sumembul...
    kalian ini lucu sekali sih...

    ReplyDelete
  9. bener-bener masih inget, kamu emang makhluk yang paling ENGGAK bisa bilang "TIDAK"... Even jika diajak ngelakuin hal paling bodoh atau paling muskil skalipun.

    "You jump, I jump..."
    Thanks bang, sampe kapanpun namamu sudah tertoreh pake tinta item sbg my superfriend :)

    ReplyDelete
  10. @Alil

    hahaha..
    alil..
    --usek usek pake linggis..
    bocah umur berapa coba kita ini masih olok olokan tentang fisik..
    maapkan kami yang telah gagal menjadi manusia wajar kebanyakan...
    --pulang.. ngelap ingus

    ReplyDelete
  11. @moenipu

    --wadeziig...
    i.m shooockkk... i.m shoocckk..
    kau tiba tiba muncul..
    -pingsan --ekting sakit ayan...

    sampai kapanpun..
    kalian adalah sobat sobat terbaik yang pernah saya miliki..
    segala perilaku tengil pas jaman jaman bejat dulu..
    pak kuzaimi...
    rekaman bareng yang gak jelas itu... "tapi berdarah darah sampe fary nangis dalam ukuran tong..."
    tugas akhirr..
    --hwaahh...

    segalanyaaaaa...
    segalanyaaaa... teramat berarti di dalam hidupku...
    selamanyaaaaa....
    --teriak tujuh desibel ampe nonjok ke kerongkongan krisdayanti...

    ReplyDelete
  12. iim roviatul qudsiApril 17, 2010 at 7:59 PM

    terharu...
    [sampe eyeliner mbleber kemana-mana]

    ReplyDelete
  13. @iim roviatul qudsi
    jangan neng...
    nanti saya didandanin maskara sama siapa???
    --keselek pensil mata...

    ReplyDelete
  14. ah gue mah sukanya dangdut koplo, wakakakakakkkk

    ReplyDelete
  15. ---yaudah sana..
    masuk kulkas....!!!

    --dibekali bor.. pompa air... gergaji.. dan sekarung teripang...

    ---ayo salim..!! kita mengawali silaturahmi sambil nyanyi Jilbab Putih...!!
    :)

    ReplyDelete
  16. sedang mencari dukun kecil untuk pesugihan. adakah disini? jiakakakakakakkkk.....

    beli dong bajunya. gimana sih

    ReplyDelete
  17. @fai

    yailah, Iz..
    orang gw aja buat beli susu bayi aja musti ngutang ke warung depan..
    apalagi buat beli baju giniaaan...

    ---ntar ya.. tungguin gw biar operasi payudara gw sukses..
    jadi buat nyusuin bayi gak perlu buang buang duit lagi...

    ReplyDelete
  18. Mengingini melayani orang yang menginginkan kita, terkadang melupakan orang yang membutuhkan kita :) emang susah mas menjadi orang yang akomodative. Dulu, saya pernah ingin menjadi teman yang super baik, full service buat teman2 dengan landasan: manusia yang paling baik adalah manusia yang bermanfaat. namun selalu ada Cela dari perilaku "berlebihan". Kalo kata Aa Gym, yang penting tidak ditinggalkan Alloh, karena Alloh yang nanti mengisi tempat2 kosong yang sebelumnya diisi oleh orang yang meninggalkan kita :)

    ReplyDelete
  19. @ AULIA RAHIMI

    wah.. makasih wejangannya, nduk..
    kamu memang gadis pintar...!! :)
    --iya..
    saya setuju..
    kita harus bijak untuk sadar kadar..
    sadar akan porsi yang sebenarnya kita mampu dan miliki..

    --hugs..
    nanti kalo ketemu di citraland.. kita tukar pikiran lagi yeee... :)

    ReplyDelete
  20. jadi gara2 kami kalian bertengkar... apalah arti sahabat yang baik kalau selalu membuat menderita.. dan tidak semua sahabat sanggup mengungkapkan permasalahannya agar tidak membuat sahabatnya lebih terbebani... namun hanya kalianlah yang mampu membuatku melupakan masalahku... namun bila memang dia sangat penting bagimu... go for it... saya pribadi tak akan menuntutmu berbuat lebih... toh setiap orang punya banyak potongan hidup yang harus dilakukan... maafkan diriku pribadi (dan kawan2) apabila telah membuatmu bertengkar dengannya.. dan belajarlah untuk berkata tidak... memang kehilangan sahabat kita itu sangat memukul kita... tapi dia pasti tetap ingin melihatmu bahagia menjalai hidup ini...

    ReplyDelete
  21. Temen yang baik susah dicari, kalau bisa perjuangin dan jaga temen tersebut supaya tidak hilang. Jaga terus mereka supaya apada akhirnya kita tak menyesal :)

    ReplyDelete

About This Kriminal

saya tidak pernah bermaksud untuk menggurui atau mendoktrin siapapun karena saya tidak hobi berperilaku untuk membentuk sebuah kepercayaan baru. saya adalah seorang pembelajar. superhuman. sama sama mencoba mengingatkan bahwa setiap manusia dianugerahi nalar, akal, dan pikiran yang tidak hanya sekedar untuk dijadikan pajangan.

::..

jika saya salah, mohon untuk diingatkan. saya akan mencoba untuk bisa menemukan pemikiran yang sejalan.

::..

banyak banyak terima kasih saya sampaikan untuk anda yang sempat membaca. berani mencela. atau sekedar tertawa. dan saya tutup narasi ini dengan ajakan untuk kita sama sama memberikan banyak warna pada dunia.

  © Blogger template 'Personal Blog' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP